A INOVASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TEKNOLOGI
indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi di era Society 5.0 serta dinamika internalisasi nilai spiritual peserta didik. Fenomena disrupsi digital saat ini memicu tantangan ganda dalam menjaga otentisitas keilmuan sekaligus mengadopsi metodologi modern yang interaktif. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi di sebuah Madrasah Aliyah percontohan digital di Jawa Timur. Pemilihan informan kunci meliputi guru PAI, kepala madrasah, dan siswa kelas XI yang ditentukan melalui teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memunculkan dua tema utama: pertama, adanya akulturasi digital-pedagogis melalui model blended learning dan flipped classroom yang berhasil meningkatkan efisiensi instruksional dan kemandirian kognitif siswa; kedua, terjadinya pendangkalan makna spiritual akibat bias kontrol afektif di ruang virtual yang mereduksi sakralitas relasi guru-murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi PAI memiliki karakteristik ganda yang menuntut keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan penjangkaran nilai transendental. Implikasi teoretis penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi teori konstruktivisme Islam modern yang tidak teknologi-sentris. Secara praktis dan kebijakan, riset ini merekomendasikan restrukturisasi platform Learning Management System (LMS) keagamaan agar memuat instrumen evaluasi karakter. Saran untuk penelitian masa depan adalah perlunya studi lanjutan dengan metode netnografi pada lingkup yang lebih luas guna mengeksplorasi negosiasi budaya komunitas keagamaan tradisional terhadap teknologi kecerdasan buatan